![]() |
Dimensintb.com, Lombok Timur - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong mulai mematangkan berbagai persiapan pelaksanaan pemberian Remisi Umum Tahun 2026.
Hal itu ditandai dengan koordinasi yang dilakukan Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Sudirman, didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Subroto, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur di Kantor Sekretariat Daerah, Senin (3/8).
Pertemuan tersebut membahas kesiapan teknis pelaksanaan pemberian remisi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sekaligus memperkuat sinergi antara Lapas Selong dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur agar kegiatan berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan.
Kalapas Selong, Sudirman, menyampaikan bahwa koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik, termasuk rencana penyerahan remisi secara simbolis di Lapas Kelas IIB Selong.
Dalam agenda tersebut, pihak Lapas juga mengoordinasikan kehadiran Bupati Lombok Timur untuk menyerahkan langsung Surat Keputusan Remisi kepada perwakilan WBP. Kehadiran kepala daerah diharapkan menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap proses pembinaan warga binaan.
“Selain sebagai agenda rutin, momentum ini juga menjadi penyemangat bagi warga binaan agar terus memperbaiki diri dan siap kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur menyambut baik langkah koordinasi tersebut. Ia tegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan pemberian Remisi Umum Tahun 2026.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Lapas menjadi kunci dalam memastikan pemenuhan hak-hak warga binaan, sekaligus mendukung proses pembinaan yang berkelanjutan.
“Dengan koordinasi yang baik, kita harapkan pelaksanaan remisi tahun ini dapat berjalan lancar, khidmat, dan memberikan dampak positif bagi warga binaan,” katanya.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, pelaksanaan pemberian remisi di Lapas Selong diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga wujud nyata dukungan terhadap reintegrasi sosial warga binaan di Kabupaten Lombok Timur.(*)

Comments
Post a Comment