Festival Tradisi Belanjakan Masbagik.

Dimensintb.com, Lombok Timur – Tradisi Belanjakan dari Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, mendapat rekomendasi untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

Kasubag Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah NTB, Made Agus Adi Prabawa, mengatakan Belanjakan menjadi salah satu objek kebudayaan asal Lombok Timur yang mendapat rekomendasi dalam proses penetapan WBTb.

Menurutnya, rekomendasi tersebut masih harus dilanjutkan dengan penerbitan surat keputusan resmi dari kementerian. Setelah ditetapkan, hasilnya akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTB untuk kemudian diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Made menilai pengakuan tersebut penting untuk memperkuat pelestarian budaya lokal. Ia mengingatkan bahwa kebudayaan tidak hanya dilihat dari pertunjukannya, tetapi juga dari proses yang melibatkan masyarakat di dalamnya.

“Jangan hanya melihat hasil kebudayaannya, tetapi prosesnya juga penting karena proses itulah yang menghidupi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Lombok Timur, Abdul Hayyi, mengatakan Belanjakan merupakan salah satu dari tiga objek budaya yang diajukan Lombok Timur ke tingkat pusat. Selain Belanjakan, terdapat Pemeredok dan Tenun Sapit.

Dari proses tersebut, Belanjakan dan Pemeredok mendapat rekomendasi untuk ditetapkan tahun ini, sedangkan Tenun Sapit masih menjalani proses verifikasi dan melengkapi dokumentasi.

Abdul Hayyi menyebut penetapan Belanjakan penting untuk menjaga karakter asli tradisi tersebut agar tidak tergerus perkembangan bela diri modern.

“Kami khawatir ciri khas Belanjakan hilang karena mulai terpengaruh bela diri lain. Ini merupakan identitas budaya Lombok, khususnya Masbagik, yang perlu dijaga,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Belanjakan Masbagik, Roni, mengatakan rekomendasi tersebut menjadi momentum penting bagi pelaksanaan Festival Belanjakan yang tahun ini memasuki tahun ke-11.

Menurutnya, festival tahun ini masih dikemas dalam bentuk ekshibisi dengan memberikan ruang kepada para pelaku Belanjakan untuk tampil. Ke depan, festival diharapkan mendapat dukungan lebih besar dari pemerintah, swasta, dan masyarakat.

“Festival ini sudah berjalan 11 tahun. Kami berharap setelah adanya rekomendasi ini, perhatian pemerintah, swasta, dan masyarakat terhadap Belanjakan semakin besar,” ujarnya.(*)